Sabtu, 29 Desember 2012

The Hobbit: An Unexpected Journey Review


Kisah ini menceritakan 60 tahun silam sebelum film The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring. Menceritakan tentang petualangan Bilbo Baggins saat masih muda dan anti-social, menuntunnya ke petualangan yang tak terduga, untuk membantu para Dwarf mendapatkan kastil tempat tinggalnya kembali.

Kastil tempat tinggal kerajaan Dwarf yang penuh dengan mineral berharga seperti Emas, Ruby, Sapphire, Berlian, dan lainnya diserang oleh seekor naga bernafaskan api yang bernama Smaug. Smaug membuat para Dwarf kehilangan tempat tinggalnya karena sampai saat ini ia terus menjaga harga jarahannya di dalam kastil. Saat waktu yang tepat tiba, para Dwarf ingin mengambil alih kembali tempat tinggal mereka. Gandalf menunjuk seorang Hobbit yang ia kenal, Bilbo Baggins untuk bergabung dalam misinya karena hanya seorang Hobbit lah yang pandai berjalan tanpa diketahui oleh sang naga tersebut.

Pada awalnya Bilbo Baggins ragu akan ajakannya, tetapi di pagi hari ia memutuskan untuk ikut dan menjalani  petualangan tak terduganya yang menuntunnya ke sebuah cincin yang ia curi dari Gollum di sebuah gunung tempat persembunyian kerajaan Troll.

The Hobbit: An Unexpected Journey akan dibagi menjadi 3 part seperti film The Lord of The Rings. 2 Sekuel lainnya berjudul The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) dan The Hobbit: There and Back Again (2014).

Trailer:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar